Kuliah Tamu Bersama Dekan Urusan Kemahasiswaan King Saud University

Oleh: Mohammad Affan Basyaib, Mahasiswa S3 Manajemen Pendidikan, King Saud University

Sebagai mahasiswa asing dari Indonesia yang menempuh pendidikan tinggi di King Saud University, saya selalu mencari peluang untuk memperkaya perspektif akademis saya. Pada tanggal 8 September 2025, kami di program S3 Manajemen Pendidikan mendapatkan kehormatan besar melalui kuliah tamu mata kuliah Applied Higher Educational Management yang diampu oleh Dr. Anas At-Tuwaijiry.

Sesi ini menjadi sangat krusial karena merupakan salah satu pertemuan terakhir sebelum kami memulai penelitian tesis. Tujuan utamanya bukan lagi teori, melainkan mendapatkan wawasan praktis dan pengalaman nyata dari seorang pemimpin: Prof. Dr. Ali Al-Dalbakhi, Dekan Urusan Kemahasiswaan King Saud University.

Di tengah suasana khas Saudi yang hangat, ditemani sajian kopi dan snack, Prof. Dr. Ali Al-Dalbakhi memaparkan secara lugas strategi transformasi yang ia pimpin di Dekanat Kemahasiswaan.

I. Filosofi dan Fungsi Inti Dekanat Kemahasiswaan

Prof. Ali menegaskan bahwa Dekanat Kemahasiswaan adalah entitas pendukung utama yang berinteraksi langsung dengan mahasiswa. Fungsinya melampaui administrasi, berfokus pada tiga pilar utama:

  1. Membangun Keterampilan Non-Akademik.
  2. Memberikan Pengayoman (Care).
  3. Menyediakan Layanan (Service).

II. Struktur Organisasi dan Inovasi Pendanaan

Pemaparan Prof. Ali memberikan model studi kasus yang sangat relevan bagi ilmu manajemen pendidikan.

A. Hierarki dan Restrukturisasi

  • Dekan Kemahasiswaan bertanggung jawab langsung kepada Wakil Rektor bidang Akademik dan Pendidikan, serta kepada Rektor.
  • Restrukturisasi untuk Efisiensi yaitu Dekanat melakukan transformasi dengan mengintegrasikan struktur terpisah untuk mahasiswi. Tujuannya adalah menghilangkan tumpang tindih dan birokrasi, sehingga kini Wakil Dekan Cabang Mahasiswi mengelola unit-unit seperti kerja sukarela (volunteer) dan tanggung jawab sosial di bawah satu payung manajemen.

B. Model Pendanaan Otonom: Dana Mahasiswa (Student Fund) (إدارة صندوق الطلاب)

Sebuah inovasi keuangan yang luar biasa adalah Dana Mahasiswa.

  • Dana ini memiliki kemandirian finansial dan administratif.
  • Sumber dana berasal dari potongan biaya bulanan sebesar 10 riyal dari setiap mahasiswa, yang kini telah terkumpul sekitar satu miliar riyal.
  • Dana tersebut dikelola melalui investasi di luar universitas (termasuk properti industri, tanah, hingga rumah sakit) yang keuntungannya digunakan untuk:
    • Mendukung kegiatan dan aktivitas mahasiswa.
    • Memberikan pinjaman, bantuan finansial, dan subsidi perumahan.
    • Menjalankan program bagi mahasiswa berprestasi dan berbakat.
  • Manajemennya terpisah dari Manajemen Kampus, dan saat ini yang menjadi ketuanya adalah Prof. Ali Al-Dalbakhi.

III. Strategi Kepemimpinan: Transformasi dari Birokrasi ke Kualitas

Prof. Ali Al-Dalbakhi menceritakan bagaimana ia dan timnya mengubah lingkungan kerja yang stagnan, dengan kondisi kantor yang tidak terawat dan karyawan yang tidak termotivasi, menjadi lingkungan yang kondusif.

A. Mengutamakan Kualitas SDM

  • Fokus pada Kompetensi: Prioritas utama adalah menempatkan orang yang kompeten pada posisi kepemimpinan, bahkan jika mereka sebelumnya tidak memiliki pengalaman manajerial.
  • Motivasi Non-Finansial: Beliau menekankan pentingnya memberikan penghargaan dan pengakuan kepada karyawan, menghargai kerja keras mereka, sebagai pengganti insentif finansial yang terbatas di sektor publik.

B. Pemberdayaan Mahasiswa dan Pengembangan Keterampilan

  • Inisiatif dari Mahasiswa: Sebagian besar kegiatan Dekanat merupakan inisiatif yang diajukan oleh mahasiswa. Mereka didorong untuk membentuk tim, mengajukan ide, dan mengimplementasikannya dengan dukungan penuh dari Dekanat.
  • Belajar dari Pengalaman: Mahasiswa belajar berbagai keterampilan penting seperti kepemimpinan, manajemen proyek, negosiasi, dan penyelesaian masalah melalui kegiatan ini. Prof. Ali memberikan contoh nyata kisah mahasiswa bernama Sa’ad, yang meskipun memiliki IPK rendah, sukses besar di karier Kementerian Media berkat keterampilan yang ia asah saat menjadi mahasiswa di King Saud University.

C. Keseimbangan Fleksibilitas dan Aturan

Prof. Ali mengakui tantangan untuk menyeimbangkan aturan birokrasi dengan kebutuhan mahasiswa yang dinamis dan serba cepat. Solusinya adalah dengan:

  • Mendorong fleksibilitas dan berfokus pada hasil (output) daripada prosedur kaku.
  • Memberikan dukungan penuh untuk inovasi, termasuk menyediakan logistik dan dana untuk hackathon atau kompetisi internasional.
  • Menciptakan budaya di mana mahasiswa yang cerdas dan kompeten merasa dihargai dan diperhatikan.

Penutup

Kuliah tamu ini bukan hanya sebuah sesi perkuliahan; ini adalah sebuah pelajaran kepemimpinan transformasional. Di akhir sesi, Dr. Anas memberikan hadiah wakaf sebagai ucapan terima kasih atas kontribusi Prof. Ali yang berharga.

Wawasan ini memberikan landasan aplikatif yang kuat bagi saya dan teman-teman S3 dalam merumuskan penelitian tesis, membuktikan bahwa manajemen pendidikan yang efektif adalah kepemimpinan yang berani merestrukturisasi, berinovasi dalam pendanaan, dan berpusat pada pengembangan potensi sumber daya manusia.

Share