JANGAN MENYERAH

JANGAN MENYERAH

Oleh: Mohammad Affan Basyaib

(Mahasiswa S3 Manajemen Pendidikan King Saud University)

Pernah merasa begitu lemah? Begitu gagal? Rasanya, semua rencana yang sudah kamu susun rapi tiba-tiba berantakan. Hancur lebur. Lalu muncul perasaan malu dan ingin menyerah.

Stop. Jangan menyerah.

Justru di saat seperti inilah mentalmu diuji. Perasaan ingin menyerah setelah gagal itu manusiawi. Tapi pekerjaan yang tulus, yang Kamu kerjakan sepenuh hati, tidak seharusnya berhenti hanya karena satu kegagalan. Gagal itu bukan aib. Itu bumbu.

Anggap saja ini tikungan tajam. Setelah berbelok, luruskan lagi kemudi. Coba lagi. Dan lagi. Percayalah, pertolongan Allah Azza wa Jalla itu nyata dan akan tiba.

Lalu datanglah awan kelabu. Kekhawatiran menumpuk, masa depan terasa buram. Rasanya seperti berjalan di lorong gelap tanpa ujung. Lagi-lagi, jangan menyerah. Di balik kabut paling tebal sekalipun, ada rencana Allah yang sedang bekerja. Rencana yang jauh lebih besar dari kekhawatiranmu. Badai pasti berlalu, dan percayalah, di baliknya ada kemudahan.

Kamu mungkin sudah berusaha keras. Bekerja siang malam. Tapi hasilnya belum terlihat. Kamu merasa cemas. Merasa semua sia-sia. Di titik ini, jangan biarkan pikiran negatif menguasai. Yakini saja, di depan sana ada akhir yang melegakan.

Lalu Kamu berdoa. Merengek. Meminta. Tapi kok, rasanya tidak kunjung dikabulkan?

Nah, di sinilah banyak yang goyah. Banyak yang akhirnya mundur teratur. Padahal, “tidak dijawab” itu sendiri adalah sebuah jawaban. Logikanya begini, dan ini penting: setiap doa yang tulus itu PASTI didengar. Hasilnya ada tiga kemungkinan, tidak ada yang lain:

  1. Langsung Dikabulkan dimana kamu mendapat persis seperti yang kamu minta. Cepat atau lambat.
  2. Diganti dengan yang Lebih Baik yaitu Permintaanmu nggak terwujud, tapi Allah Azza wa Jalla menggantinya dengan menghindarkan kamu dari musibah besar yang bahkan tidak kamu sadari kedatangannya.
  3. Ditabung untuk Akhirat maksudnya Semua permintaanmu disimpan sebagai “tabungan” pahala abadi.

Jadi, tidak ada doa yang sia-sia. Sama sekali.

Setan tahu “celah” ini. Dia akan berbisik di telingamu untuk menjauh dari rahmat Allah Azza wa Jalla.

Bisikan putus asa itulah jebakan paling klasiknya. Tujuannya satu: membuat Kamu berhenti berharap kepada Allah Azza wa Jalla. Itulah kemenangan terbesar setan. Seperti yang diceritakan dalam sebuah riwayat, “pasukan” iblis yang paling dipuji bosnya bukanlah yang berhasil membuat orang berbuat maksiat, tapi yang berhasil membuat seorang hamba putus asa dari rahmat Tuhannya.

Karena saat harapan itu padam, saat itulah manusia benar-benar kalah. Jadi, jangan pernah menyerah.

Ingat selalu:
إِنَّ الَّذِينَ اتَّقَوْا إِذَا مَسَّهُمْ طَائِفٌ مِنَ الشَّيْطَانِ تَذَكَّرُوا فَإِذَا هُمْ مُبْصِرُونَ

“Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa bila mereka ditimpa was-was dari syaitan, mereka ingat kepada Allah, maka ketika itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahannya.” (QS. Al-A’rof: 201).

Share