Mahasiswa Indonesia di Arab Saudi Dorong Kolaborasi dan Pengembangan Program Diskusi
Riyadh, 9 Desember 2024
Dalam upaya mempererat hubungan dan mendukung perkembangan mahasiswa Indonesia di Arab Saudi, Ketua Umum PPMI Arab Saudi, Tsany Ahmad, bersama sejumlah pengurus, melaksanakan audiensi dengan Duta Besar Republik Indonesia untuk Kerajaan Arab Saudi, Dr. Abdul Aziz Ahmad. Pertemuan ini bertujuan untuk membahas program kerja PPMI serta kontribusi mahasiswa terhadap komunitas Indonesia di Arab Saudi. Turut hadir dalam pertemuan ini Wakil Ketua PPMI Arab Saudi, Muhammad Mujahid, anggota Majelis Syuro PPMI Riyadh, Muhammad Ridho Sastrawijaya, dan Mohammad Affan Basyaib. Dari pihak KBRI, hadir pula Fungsi Pensosbud 1, Meugah Suriyan, dan Fungsi Pensosbud 2, A.M. Sidqi.
Pertemuan diawali dengan laporan dari Tsany Ahmad mengenai perkembangan mahasiswa Indonesia di Arab Saudi serta berbagai program yang telah dijalankan. Dalam tanggapannya, Dr. Abdul Aziz Ahmad menekankan pentingnya program diskusi, khususnya untuk mahasiswa Indonesia di Madinah yang merupakan kelompok mahasiswa terbesar di negara tersebut. Tsany Ahmad menjelaskan bahwa meskipun program diskusi belum menjadi agenda resmi di tingkat pusat, beberapa cabang seperti PPMI Madinah telah menginisiasi kegiatan serupa dengan rata-rata kehadiran peserta sekitar 60 orang.
Menanggapi hal tersebut, Mohammad Affan, selaku Penasehat PPMI Arab Saudi, memaparkan bahwa di Riyadh telah terbentuk dua forum diskusi rutin. Forum pertama ditujukan untuk mahasiswa pascasarjana dengan topik yang beragam dan diadakan setiap pekan. Sementara itu, forum kedua dirancang untuk mahasiswa S1 dengan fokus pada pengembangan diri dan bedah buku. Selain itu, Affan juga menjelaskan salah satu program PPMI Saudi yang telah berhasil dilaksanakan adalah lomba esai dengan tema Menuntut Ilmu di Saudi. Walaupun PPMI Saudi belum menggelar kegiatan akademik yang lebih mendalam seperti international conference, seminar tematik lintas universitas, atau pelatihan metodologi penelitian, ia menilai lomba esai ini merupakan langkah awal yang baik. Kegiatan ini diharapkan dapat membuka jalan bagi pengembangan program-program ilmiah yang lebih terstruktur di masa depan.
Affan juga menyoroti kontribusi mahasiswa Indonesia melalui forum majelis taklim resmi yang berada di bawah Kementerian Agama Arab Saudi. Di Riyadh, terdapat setidaknya tujuh majelis taklim yang diasuh oleh mahasiswa Indonesia. Ia mengusulkan agar pihak KBRI dapat memberikan sosialisasi dan arahan kepada masyarakat Indonesia di majelis-majelis tersebut sebagai bagian dari perlindungan WNI.
Dalam pembahasan mengenai pentingnya diskusi, Affan juga mengusulkan kerja sama antara KBRI/KJRI dan PPMI untuk menghadirkan tokoh-tokoh inspiratif yang dapat berdialog dengan mahasiswa. Sebagai contoh, KBRI sebelumnya pernah mengundang beberapa tokoh Indonesia seperti Prof. Anton Satria, seorang profesor di King Abdul Aziz University, Dr. Ing Ilham Habibie, dan Prof. Mufti Ali, salah satu peneliti Indonesia di Belanda. Kehadiran tokoh-tokoh tersebut, menurut Affan, menjadi pemantik semangat dan inspirasi bagi mahasiswa Indonesia dalam menimba ilmu serta berkontribusi di tingkat global.
Audiensi ini menunjukkan sinergi antara PPMI dan KBRI dalam mendukung pengembangan mahasiswa Indonesia di Arab Saudi. Dengan adanya kerja sama yang erat, diharapkan mahasiswa dapat terus berkontribusi positif baik bagi komunitas Indonesia di Arab Saudi maupun di tingkat internasional.
