Opini

Diskusi Bersama Prof. Hilman Latief: Peluang Riset dan Tantangan Penyelenggaraan Haji

Riyadh, 18 November 2024

Mohammad Affan Basyaib
(PhD Student of Higher Education Management King Saud University)

Dalam rangka sosialisasi rekrutmen tenaga pendukung petugas haji Indonesia, Prof. Hilman Latief, Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama RI sekaligus Guru Besar Psikologi Pendidikan Islam di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, hadir di Riyadh. Di sela-sela kegiatan tersebut, kami, mahasiswa Indonesia di King Saud University, mendapatkan kesempatan berdiskusi langsung dengan beliau.

Diskusi diawali dengan pembahasan Prof. Hilman tentang pentingnya riset dan peluang yang dimiliki mahasiswa Indonesia, khususnya di Arab Saudi. Sebagai alumnus Utrecht University di Belanda, Prof. Hilman menekankan pentingnya menjaga tradisi keilmuan yang telah berlangsung selama berabad-abad. Beliau juga berbagi pandangannya terkait riset yang dilakukan oleh orientalis seperti Prof. Christian Lange atau Prof. Martin van Bruinessen (yang juga menjadi supervisornya di Utrecht University). Kedua tokoh tersebut menunjukkan bagaimana kajian mendalam tentang tradisi Islam dapat memberikan kontribusi penting, tidak hanya bagi dunia akademik tetapi juga dalam pemahaman global tentang Islam.

Menurut Prof. Hilman, mahasiswa Indonesia di Arab Saudi memiliki posisi strategis untuk mengembangkan kompetensi keilmuan karena Arab Saudi merupakan pusat referensi ilmu Islam. Kolaborasi dengan peneliti internasional juga dianggap penting untuk memperluas khazanah keilmuan. Beliau mendorong mahasiswa untuk memanfaatkan sumber daya yang ada di Arab Saudi dan menjalin sinergi dengan berbagai pihak, termasuk di luar negeri, demi menghasilkan penelitian yang berdampak besar.

Menanggapi hal tersebut, Mohammad Affan Basyaib, mahasiswa program doktoral dengan konsentrasi Manajemen Pendidikan Tinggi, berbagi pengalamannya terkait penelitian di Arab Saudi. Ia menjelaskan bahwa meskipun bidang STEM (sains, teknologi, teknik, dan matematika) di Arab Saudi lebih maju, bidang sosial humaniora tetap memiliki potensi besar dengan banyaknya sumber daya yang tersedia. Affan juga mencatat bahwa meskipun perhatian terhadap riset sosial humaniora di Arab Saudi tidak sebesar di Eropa atau Amerika, masih ada profesor yang sangat mendukung riset berkualitas.

Prof. Hilman kemudian mengalihkan diskusi ke topik haji. Beliau menyoroti tantangan besar dalam penyelenggaraan ibadah haji, mengingat Indonesia merupakan negara dengan jumlah jamaah haji terbesar di dunia. Banyaknya jamaah lanjut usia dan berkebutuhan khusus menjadi perhatian utama. Dalam hal ini, Prof. Hilman mendorong mahasiswa Indonesia di Arab Saudi, yang memahami medan haji secara langsung, untuk memberikan terobosan-terobosan melalui penelitian yang dapat meningkatkan kualitas penyelenggaraan haji di masa mendatang.

Menanggapi isu ini, Mohammad Affan, yang memiliki pengalaman bertugas dalam penyelenggaraan haji, menyarankan agar mahasiswa diberi peluang berdiskusi dengan para pemangku kepentingan dan institusi pendidikan di Indonesia. Hal ini bertujuan untuk memetakan lebih mendalam tantangan-tantangan yang ada selama penyelenggaraan haji, baik dari perspektif hukum (fiqh) maupun operasional. Affan juga mengusulkan agar hasil diskusi ini diikuti dengan langkah konkret yang dapat ditindaklanjuti di masa depan.

Diskusi ini tidak hanya memperluas wawasan kami, tetapi juga menjadi momentum penting untuk memikirkan kontribusi nyata mahasiswa Indonesia, baik di bidang riset maupun dalam mendukung pelaksanaan ibadah haji.

Leave a Reply